clipped from: 222.124.164.132   
07/05/2008 08:19:49 Saya sedang antre di depan toilet bawah tanah di Masjidil Haram, Mekah. Muncul seorang pria tinggi besar nerocos bicara dengan bahasa yang tidak saya mengerti. Mungkin dia mengatakan: ”Saya kebelet, maaf tidak antre”. Saya pun menjawab dengan bahasa yang pasti tidak dia mengerti: ”Monggo, Pak Dhe, panjenengan rumiyin!”. Dia mengangguk, tersenyum puas.— (Kiriman: Anwar Murhan (Jamaah Umroh), Jl Asahan 56, Perum Nogotirto 3, Gamping, Sleman, DIY)-z